guest book

Kamis, 01 September 2011

10 Tips Agar Rumah Nggak Kemalingan Selama Mudik Lebaran ala Anthonio Dio Martin

10 Tips Agar Rumah Nggak Kemalingan Selama Mudik Lebaran!

Selama Lebaran, banyak yang mudik untuk Lebaran. Tentu saja, hal ini menjadi sasaran empuk bagi para maling untuk menyantroni rumah kosong yang ditinggali selama mudik Lebaran. Nah, saya sudah mengumpulkan beberapa tips agar para maling enggan masuk ke rumah Anda:
(1)    Buka pintu rumah Anda besar-besar.  Nah kok begitu? Justru karena pintu Anda dibuka lebar, para maling akan pikir “Kok dibuka lebar? Ini pasti ada apa-apanya! Mendingan nggak usah masuk, daripada dapat masalah”
(2)    Di depan pintu masuk, taruh meja pendaftaran. Pasanglah papan besar bertuliskan, “PARA MALING SILAKAN DAFTAR DULU, NAMA DAN ALAMAT ANDA!” Hanya maling nekat, yang akhirnya mau melakukannya.
(3)    Semua barang Anda dikasih tanda, stiker warna hijau dan warna merah. Warna hijau boleh dicuri dan warna merah berarti nggak boleh dicuri. Pasti malingnya jadi kehilangan nafsunya untuk mencuri karna barang yang boleh dicuri, nggak sesuai dengan seleranya.
(4)    Semua barang Anda dikasih tattoo. Artinya, semua barang Anda ditulisi atau digrafir secara permanen dengan tulisan, “BARANG INI MILIK…… KALAU BARANG INI TIDAK ADA PADA PEMILIKNYA BERARTI TELAH DICURI!”
(5)    Pasang kamera CCTV di semua tempat strategis dan tuliskan di semua tempat yang gampang dibaca, “AYO SENYUM DONG! WAJAH KAMU KAN SEDANG DIREKAM DI CCTV”
(6)    Semua barang yang ada di rumahmu, jangan lupa ditulisi, “AWAS, JANGAN DINYALAKAN, TV RUSAK!”, “AWAS KOMPUTER INI BERVIRUS. JANGAN DINYALAKAN”, “VCD PLAYER RUSAK. BUTUH REPARASI!” Pasti malingnya pikir…capeee deh. Kok rusak semua??!!!
(7)    Saatnya unjuk kemampuan networking kamu. Kalau kenal Jendral atau Kolonel tentara atau polisi, saatnya pasang foto wajah mereka besar-besar dan tulisi, “PEMILIK RUMAH INI KENALAN POLISI DAN TENTARA. SIAPAPUN YANG MENCURI DISINI, PASTI AKAN DIKEJAR SAMPAI DAPAT, DAN AKAN DICARI KEMANAPUN, SEKALIPUN SAMPAI KE KOLOG LANGIT!!!” Dijamin, pencurinya akan mikir-mikir dulu sebelum mencuri. Soalnya,resikonya bok!
(8)    Sebelum pergi, pastikan Anda pasang rekaman radio ataupun video ceramah agama ataupun kotbah soal kutukan bagi para maling. Pasang dengan suara keras dan set “re-play”, jadi bisa diputar berulang-ulang soal siksaan api neraka bagi para maling. Siapa tahu setelah masuk ke tumah Anda justru para maling itu bertobat?
(9)    Kalau perlu, bawa serta rumah Anda dan semua isinya seperti yang ada di gambar berikut ini!

(10)Jangan lupa bikin pernyataan, “RUMAH DAN SEISINYA TELAH DIASURANSIKAN. TOLONG PARA MALING, SILAKAN MEMBANTU DENGAN MEMBUAT PERNYATAAN YANG AKAN MEMBUAT KAMI LEBIH MUDAH MEMPROSESNYA DENGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN KEPOLISIAN”. Dan jangan lupa buat surat pernyataan bermeterai yang tinggal ditandatangni oleh para maling yang isinya, “PERNYATAAN…DANGAN INI MENYATAKAN SEBENAR-BENARNYA BAHWA KAMI TELAH MELAKUKAN PENCURIAN DI RUMAH INI, dst” Plus ada tenpat tanda tangan dan meterainya.

Catatan: teknik-teknik di atas belum pernah diujicobakan dan hingga kini belum mendapatkan persetujuan dari pihak kepolisian!

KAMU LAGI PUNYA MASALAH? BACALAH INI!

KAMU LAGI PUNYA MASALAH? BACALAH INI!

Raja Sulaiman atau Raja Salomo, adalah seorang raja yang terkenal dengan kebijaksanaannya. Dan pada suatu hari, sang raja meminta kepada tukang emasnya yang sudah tua renta untuk menuliskan sesuatu di dalam cincinnya. Raja berpesan, "Tuliskanlah sesuatu yang bisa kamu simpulkan dari seluruh pengalaman dan perjalanan hidupmu, supaya itupun bisa menjadi pelajaran untuk hidup saya". Berbulan-bulan si tukang emas yang tua itu membuat cincinnya, lalu lebih sulitnya menuliskan apa yang penting di cincin emas yang kecil itu. Akhirnya setelah bertapa berbulan-bulan, si tukang emas itupun menyerahkan cincinnya pada sang raja. Dan dengan tersenyum, sang raja membaca tulisan kecil di cincin itu. Bunyinya, "DAN YANG INIPUN AKAN BERLALU". Awalnya sang raja tidak terlalu paham dengan apa yang tertulis di sana. Tetapi, suatu ketika, tatkala menghadapi persoalan kerajaan yang pelik, akhirnya ia membaca tulisan di cincin itu dan ia pun menjadi lebih tenang, “Dan Inipun akan berlalu!”. Dan tatkala ia sedang bersenang-senang, ia pun tak sengaja membaca tulisan di cincin itu, lantas ia menjadi rendah hati kembali.

Betul! Ketika kamu lagi punya masalah besar ataupun sedang lagi kondisi terlalu gembira, ingatlah kalimat itu, "Dan inipun akan berlalu". Kalimat ini, kalau direnungkan dengan bijak akan mengantaran diri kita pada keseimbangan hidup. Tidak ada satupun yang langgeng. Jadi, ketika kamu punya masalah, tidaklah perlu terlalu bersedih. tetapi, tatkala kamu lagi senang, jangan terlalu kelewat senang. Ingatlah....semuanya akan berlalu!

"Badai akan berlalu. Pelangi akan sirna. Semuanya akan berlalu!" (Anthony Dio Martin)